Arsip Tag: universitas negeri

Momen Korban Penipuan iPhone si Kembar Rihana dan Rihani Menangis, Minta Duit Kembali

Momen Korban Penipuan iPhone si Kembar Rihana dan Rihani Menangis, Minta Duit Kembali

Masayu Nurul Hidayati, korban penipuan iPhone si kembar Rihana dan Rihani datang ke Polda Metro Jaya Selasa (4/7/2023). Masayu menghendaki menegaskan keberadaan Si Kembar usai ditangkap polisi.

Masayu sendiri mengaku kena tipu Si Kembar bersama bersama total kerugian Rp 2,5 Miliar. Jumlah sesudah itu terdiri berasal dari 299 unit iPhone.

“Saya Rp 2,5 miliar bersama bersama total 299 unit,” ujar Masayu pada wartawan.

Sembari menangi, Masayu menghendaki uangnya kembali. “Harapan kami duit kami sanggup dikembalikan, dikarenakan sejujurnya di bawah kami banyak yg menantikan kembali,” ungkapnya.

Menurut Masayu, kronologi penipuan sesudah itu bermula selagi dirinya pre order iPhone berasal dari Rihana dan Rihani. Kata Masayu, dia sudah mengenal si kembar sejak masih kuliah. “Kita ber-empat ini kawan dekat dekatnya Rihani. Jadi kami kawan dekat dekat dan kami yakin ya, kawan kuliahan sih. Satu universitas di tidak benar satu universitas di Jakarta. Dan kami kenal keluarganya, paham rumahnya, jadi kami bahagia ikut jualin produk mereka,” katanya.

Masayu menyebut, pre order sesudah itu menjadi macet April 2022. Menurut Masayu, Rihana dan Rihani kemudian menghilang sejak akhir Mei.

“Pada bulan April ya 2022. Dia perlihatkan gagal mengeluarkan barang bersama bersama beragam alasan. Dia menjanjikan bulan Mei tanggal 30 itu untuk refund kami semua. Tapi ternyata tidak. Dia kabur berasal dari rumahnya selagi itu,” jelasnya.

Korban si Kembar Rihana dan Rihani Pernah Diancam Mau Dilaporkan ke Polisi

Korban si kembar Rihana dan Rihani ternyata pernah diancam sanggup dilaporkan sampai rumahnya didatangi oleh polisi. Adapun, pernyataan itu diutarakan oleh tidak benar satu korban, Masayu Nurul Hidayati.

Dikatakan Masayu, ia membeli produk berasal dari Rihana dan Rihani kemudian sanggup dijual kembali. Kemudian, ia capai ancaman sanggup dilaporkan.

“Diancam sanggup dilaporin, aku masih memiliki anak kecil, anak aku jadi pernah dikatain, disumpahin, didoain yang tidak bagus serupa reseller saya, anak aku sempat bahagia difoto serupa reseller-reseller aku tetapi aku tolak, tempat tinggal aku pernah didatangi oleh polisi,” kata Masayu kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (4/7/2023).

Menurut Masayu, duit berasal dari semua resellernya itu langsung diteruskan ke Rihana dan Rihani. Kemudian, transaksi selagi itu yang dilakukan oleh Masayu lebih sering kepada Rihana.

Tidak hanya Masayu, Junita Wedaring Tyas, dan dua orang lainnya yang datang ke Polda Metro Jaya merupakan kawan dekat berasal dari Rihani yang terkena tipu oleh si kembar tersebut.

“Jadi kami kawan dekat dekat dan kami yakin ya, kawan kuliahan sih. Satu universitas di tidak benar satu universitas di Jakarta dan kami kenal keluarganya, tau rumahnya, jadi kami bahagia ikut jualin produk mereka,” ucapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya kelanjutannya menangkap pelaku penipuan iPhone, Rihana-Rihani. Keduanya ditangkap di M Town Residence Gading, Serpong, Tangerang dilansir dari laman smkn5-tng.com

“Rihana dan Rihani baru saja ditangkap di M Town Residence Gading Serpong oleh Resmob Polda Metro Jaya,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi Selasa (4/7/2023).

Songsong World Class University, UMP Kedepankan Pemberdayaan Ekonomi dan Religi Masyarakat

Songsong World Class University, UMP Kedepankan Pemberdayaan Ekonomi dan Religi Masyarakat

Artikel ini telah diterbitkan di halaman https://bcjambi.com/ pada Kamis, 22 Juni 2023 – 20:05 WIB oleh Carlos Roy Fajarta dengan judul “Songsong World Class University, UMP Kedepankan Pemberdayaan Ekonomi dan Religi Masyarakat”. Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Prof Dr Jebul Suroso, S.Kp., Ns., M.Kep menyebutkan pihaknya akan terus mengedepankan pemberdayaan secara ekonomi dan religi untuk mewujudkan cita-cita menjadi World Class University. Hal tersebut ia sampaikan dalam babak penjurian Indonesia Visionary Leader (IVL) Season XIII dengan tema ‘Kepala Daerah Sebagai Penjaga Resiliensi Ekonomi’ di Auditorium, Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Kamis (22/6/2023).

Ia menuturkan pada 2020 ada tiga ribu sekian mahasiswa baru dan saat ini sudah bertambah menjadi 4 ribu mahasiswa. “Kami menguatkan misi menjadi world class university. Tahun ini kita pemantapan dunia riset yang bermanfaat untuk masyarakat,” jelas Jebul. Jebul melihat perguruan tinggi bukan sekadar mercusuar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tetapi membangun ekosistem dan menguatkan ekonomi kerakyatan. “Kami ada di Kabupaten Purwokerto dengan jumlah penduduk 1,8 juta penduduk. Banyumas ada 23 PT swasta dan negeri. Kami termasuk PTS terbesar.

Universitas Harus Bisa Membawa Manfaat

Masyarakat di Banyumas perlu ada suntikan atau suplemen agar ekonomi bangkit,” paparnya. Perguruan tinggi disebutkannya harus mendorong munculnya ekosistem dan multiplier effect yang baik untuk lingkungan masyarakat sekitar. “Universitas harus bisa membawa berkah dan manfaat untuk masyarakat. Kami menjadi rumah UMKM. Para pedagang kaki lima kami perbolehkan masuk, kami berikan space untuk berjualan. Perputaran uang di Purwokerto Rp1,8 miliar setiap hari sangat baik,” terang Jebul. Sebagai kampus wisata, Jebul mengaku banyak mengundang pelaku usaha di Kabupaten Banyumas untuk datang dan berkolaborasi dengan program internal kampus seperti Halal Center. Pihaknya juga berkolaborasi dengan perbankan untuk cashless, ada pendanaan, ada event. Untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, Jebul menyebutkan harus ada variasi produk petani untuk meningkatkan dagangan mereka.

“Kita juta kerja sama dengan pemerintah daerah melalui penyediaan bibit kelapa kopyor, bibit padi, serta bidang kesehatan, stunting, hingga Pusat Studi Dakwah,” kata dia. Jebul menyebutkan setiap tahun harus ada 10 inovasi baru yang harus dicapai dan dipatenkan. Ia memaksa dosen agar mereka tidak sekadar mendidik tapi membuat penelitian. “Akreditasi Universitas kami B. Nilai kami 3,51. Dari 48 program studi di 11 fakultas kami memiliki nilai 79 persen sudah baik sekali,” terangnya. Jebul mengungkapkan untuk membangun nilai-nilai karakter keislaman, maka riset sosial dengan pemerintah daerah terus dilakukan. “Ada kampung dengan terminal lama tempat ngumpulnya kelompok tidak jelas seperti pengemis, PSK, hingga waria. Kami jadikan itu pusat komunitas studi, di sana ada tiga ribuan anggota saat ini,” tutupnya.